Digital Library Akbid Medika Wiyata Kediri

Semua bentuk hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai bahan pustaka maupun refrensi dapat diperoleh di perpustakaan Akbid Medika Wiyata Kediri yang menyediakan fasilitas Librarry Automatic Service (Laser), sehingga dengan sistem aplikasi otomatis ini lebih mempermudah bagi mahasiswa maupun pengguna dalam menelusuri bahan pustaka yang dibutuhkan dengan cepat dan tepat guna.

 

Publikasi Ilmiah

Sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan penelitian yang memiliki kontribusi terhadap perkembangan dan kesejahteraan  masyarakat terutama dalam masalah kesehatan ibu dan anak, citivitas akademika terus giat melakukan berbagai penelitian.Dimana hasil penelitian yang diperoleh dipublikasikan melalui jurnal Akbid Medika Wiyata Kediri  yang dapat digunakan sebagai literatur bagi masyarakat maupun kalangan umum dalam meningkatkan pola hidup yang lebih baik terutama dalam kesehatan ibi dan anak.

 

Program Pengabdian Masyarakat

 

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat, LPPM Akbid Medika Wiyata Kediri telah merumuskan beberapa program terkait pengabdian oleh dosen maupun mahasiswa. Program kegiatan pengabdian pada masyarakat diuraikan di bawah ini.

 

  1. Praktek Komunitas

 

Praktek Komunitas memiliki posisi yang sangat potensial dalam pengimplementasikan teori dan praktikum yang diperoleh dari citivitas akademika. Dalam Kegiatan praktek komunitas yang dilakukan terdapat empat konsep utama dalam pelayanan kebidanan yang diterapkan oleh mahasiswa. diantaranya yaitu keterlibatan mahasiswa secara langsung terhadap manusi, masyarakat/lingkungan, kesehatan dan pelayanan kebidanan. Dalam kegiatan ini ditujukan terutama pada masyarakat dalam memecahkan masalah terutama terkait kesehatan ibu dan anak, sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan seta adanya keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Kegiatan komunitas ini juga dapat digunakan sebagai wadah bagi peserta didik dalam membina mental dan kepribadian pada nantinya setelah terjun dalam masyarakat. Beberapa kegiatan komunitas yang dilakukan adalah sebagai berikut :

Penataan Sistim Informasi Manajemen

Dalam Penataan Sistem Informasi Manajemen ini, terdapat beberapa proses tahapan yang dilakukan, yaitu pendaftaran peserta kegiatan komunitas, yang dilanjutkan dengan pembekalan secara efisien sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat, pelaksanaan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan kalender akademik yang ditentukan, adanya soft skill yang dilaksanakan mahasiswa terlebih dahulu di institusi,  sosialisasi dan pelaksanaan tata tertib kegiatan komunitas yang harus dijalankan dan dipatuhi, serta kesiapan fisik dan mental peserta yang harus dikondisikan dengan baik. Dalam kegiatan komunitas ini program kerja yang dilaksanakan berbasis pada pelayanan kesehatan pada masyarakat.

 

Pelibatan citivitas akademika

Dalam upaya mencapai kelancaran kegiatan komunitas,  serta upaya saling meningkatkan kualitas antara civitas akademika Akbid Medika Wiyata Kediri serta masyarakat pada umumnya, maka mulai tahun 2010 telah dilakukan kerjasama dengan desa maupun masyarakat setempat yang terkait dalam hal pelayanan kesehatan. Selain itu juga dalam upaya merealisasikan salah satu tujuan pembinaan mahasiswa, yaitu terbinanya mahasiswa yang berbudi luhur, berjiwa enterprainer dan berkemampuan iptek sesuai dengan visi Akbid Medika Wiyata Kediri dapat diwujudkan salah satunya melalui kegiatan komunitas tersebut.

 

Pemetaan dan pengembangan wilayah

 

Hasil-hasil kegiatan komunitas mulai pertama yang dilaksanakan pada tahun 2010 sampai dengan saat ini, dipetakan dan diolah guna pengembangan lebih lanjut.Demikian juga dengan lokasi yang pernah digunakan untuk kegiatan komunitas. Adapun lokasi komunitas yang pada awalnya hanya pada daerah kota dan kabupaten Kediri, saat ini sudah merambah dan berkembang di daerah karisidenan Kediri, diantaranya Trenggalek, Nganjuk, Blitar.

Pengembangan Model Komunitas

Sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan jalinan kerjasama dalam bidang pelayanan kesehatan, maka pelaksanaan komunitas juga melakukan kegiatan kerjasama dengan pihak instansi pemerintah yang terintegrasi dalam hal kesehatan diantaranya dinas kesehatan yang meliputi  daerah binaan  yang harus tersentuh di kegiatan komunitas dalam penanganan kesehatan dibawah naungan Dinas Kesehatan.

 

  1. Bidang Pendidikan dan Layanan Masyarakat (Dikyanmas)

Bidang ini melaksanakan koordinasi pengabdian dosen dan mahasiswa, menjalin kerjasama dengan Lembaga pemerintah/swasta dan mengkaji dan menerapkan pelayanan kesehatan pada masyarakat.  Bidang Dikyanmas dalam operasionalnya melibatkan dosen, mahasiswa serta pihak luar. Pihak luar dimaksud berupa instansi resmi pemerintah terutama instansi kesehatan dan juga dinas pendidikan. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan diataranya meliputi bentuk pelatihan, survei maupun pendampingan dengan melibatkan dosen maupun mahasiswa.

 

 

Dikyanmas dana dari Institusi

 

Sebagai upaya untuk mengimplementasikan hasil penelitian  IPTEKS oleh dosen dan mahasiswa di masyarakat, telah diupayakan bentuk pengabdian dosen dana dari institusi. Program ini sebagai upaya pembelajaran bagi dosen dosen dalam pengembangan gerakan dan pelayanan  terpadu guna peningkatan kesejateraan masyarakat dalam hal kesehatan. Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat juga diberikan dalam bentuk pendidikan kesehatan bagi anak usia dini terutama di daerah-daerah yang mempunyai jangkauan terpencil.

 

Dikyanmas melalui kegiatan komunitas

Pengabdian masyarakat yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan  mahasiswa komunitas dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup pesat. Dalam kegiatan ini selain membina mahasiswa para dosen juga terlibat secara langsung dalam upaya mengatasi problema yang ada di dalam masyarakat terutama dalam hal masalah kesehatan ibu dan anak di lokasi kegiatan komunitas, sehingga dari kegiatan yang dilakukan selain mejadi kebutuhan dosen dalam melakukan pengabdian masyarakat,  di satu sisi mahasiswa maupun masyarakat  menaruh kepercayaan cukup tinggi bahwa para dosen mampu mengatasi masalah yang terjadi dalam masyarakat.